Harga Minyak Anjlok 10% Pasca Pernyataan Trump soal Iran

Harga minyak mengalami penurunan tajam setelah Presiden Donald Trump memberikan sinyal bahwa konflik dengan Iran mungkin akan segera berakhir. Penurunan ini tidak hanya mempengaruhi pasar minyak internasional tetapi juga memberikan dampak signifikan bagi ekonomi global dan Indonesia.

Penurunan Harga Minyak Secara Drastis

Harga minyak mentah acuan internasional, Brent crude, dan West Texas Intermediate (WTI) merosot hingga 11% pada Senin malam sebelum akhirnya mengurangi kerugian. Pada pukul 3:40 pagi waktu ET pada Selasa, harga Brent tercatat turun sekitar 8% menjadi sekitar $91,02 per barel, sedangkan WTI juga mengalami penurunan 8,3% menjadi sekitar $86,90 per barel.

Penurunan ini merupakan reaksi dari lonjakan harga yang terjadi pada Minggu malam, di mana harga minyak futures sempat mencapai hampir $120 per barel akibat meningkatnya kekhawatiran akan gangguan pasokan di Selat Hormuz, yang merupakan jalur penting untuk pengiriman minyak global.

Pernyataan Trump dan Reaksi Pasar

Dalam sebuah wawancara dengan CBS News, Trump menyatakan bahwa perang adalah “sangat lengkap, hampir selesai.” Namun, dalam pernyataan yang berbeda kepada anggota DPR di Miami dan dalam konferensi pers setelah itu, Trump memberikan nada yang berbeda, sehingga meningkatkan ketidakpastian di pasar.

Strategis komoditas dari ING mengatakan, “Pasar kini menyadari ambang batas kesakitan Presiden Trump terhadap harga minyak.” Reaksi pasar terlihat jelas ketika harga minyak berfluktuasi tajam sebelum akhirnya menetap di bawah $100 per barel.

Prospek Pasar yang Tidak Pasti

Meski ada harapan bahwa konflik akan segera berakhir, prospek pasar tetap sangat tidak pasti. Menurut Nigel Green, CEO deVere Group, banyak yang akan tergantung pada pengaruh dan pendekatan pengambilan keputusan Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, yang menambah lapisan ketidakpastian dalam konteks geopolitik.

Strategis ING menambahkan bahwa pernyataan Trump hanya memiliki dampak terbatas. “Akhirnya, pasar perlu melihat pemulihan aliran minyak melalui Selat Hormuz untuk mempertahankan penurunan harga minyak. Jika tidak, kami tidak yakin apakah harga tertinggi sudah terlewati,” tulis mereka.

Rebound Pasar Asia

Pasar Asia menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah mengalami kerugian tajam pada hari Senin, dengan investor memfokuskan perhatian pada tanda-tanda meredanya ketegangan. Indeks Nikkei 225 Jepang naik 3,7%, sedangkan Kospi Korea Selatan melonjak 6,6%. Indeks Hang Seng Hong Kong meningkat sekitar 2%, sementara Taiex Taiwan naik lebih dari 3%.

Chris Weston, kepala riset di Pepperstone, mengungkapkan, “Katalis tekanan telah jelas terlepas untuk saat ini. Namun, volatilitas di pasar energi tetap sangat tinggi.” Dia menyarankan investor untuk siap menghadapi volatilitas intraday yang signifikan, termasuk pergerakan yang mungkin tidak selalu masuk akal secara langsung.

Kesimpulan

Dengan ketidakpastian yang menyelimuti pasar minyak global, pelaku pasar di Indonesia perlu memantau perkembangan ini secara cermat. Penurunan harga minyak dapat memberikan dampak positif bagi biaya energi domestik, namun ketidakpastian geopolitik yang berkelanjutan dapat menimbulkan risiko bagi stabilitas pasar. Mengingat pentingnya minyak dalam perekonomian, perubahan harga ini perlu diwaspadai oleh semua pihak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*