Ukraina telah melakukan peluncuran roket ke luar angkasa dari sebuah ‘bandara udara’ yang terbang pada ketinggian 8.000 meter. Hal ini terungkap oleh seorang legislator senior Ukraina, yang menyebut langkah tersebut sebagai potensi cara untuk menghadapi rudal hipersonik Rusia. Peluncuran tersebut terjadi saat Ukraina sedang berjuang melawan invasi Rusia.
Pernyataan Resmi dari Legislator Ukraina
Fedir Venislavskyi, ketua subkomite keamanan negara dan inovasi pertahanan di parlemen Ukraina, mengungkapkan bahwa peluncuran roket dilakukan dalam konteks konflik yang tengah berlangsung. “Selama perang, Ukraina meluncurkan peluncur roket dari pesawat angkut pada ketinggian sekitar 8.000 meter, yang juga dapat digunakan untuk meluncurkan berbagai jenis wahana ke luar angkasa,” kata Venislavskyi dalam wawancara dengan media lokal, RBC Ukraina.
Detail Peluncuran dan Ketinggian Roket
Meskipun legislator tersebut tidak menyebutkan waktu spesifik peluncuran, ia mengindikasikan bahwa peluncuran itu dilakukan di bawah kepemimpinan Kyrylo Budanov, mantan kepala layanan intelijen Ukraina (GUR). Budanov menjabat hingga awal Januari, sebelum dilantik menjadi kepala kantor Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy.
Peluncuran berbasis udara bukanlah hal baru, meskipun konsep ini masih tergolong niche. Contohnya, Northrop Grumman telah mengembangkan roket Pegasus yang diluncurkan dari pesawat pada ketinggian 39.000 kaki. Selain itu, antara 2017 dan 2023, Virgin Orbit yang dimiliki Richard Branson juga melakukan eksperimen peluncuran muatan ke orbit rendah Bumi dari pesawat Boeing 747, dengan empat misi yang sukses.
Rekor Ketinggian dan Rencana Ke Depan
Menurut Venislavskyi, satu roket Ukraina berhasil mencapai ketinggian sekitar 62 mil, sementara roket lainnya mencapai 124 mil. Ketinggian 62 mil tersebut dikenal sebagai garis Kármán, yang secara luas diterima oleh para ilmuwan sebagai batas luar angkasa.
Dengan melakukan peluncuran dari ketinggian 8.000 meter, Ukraina dapat menghemat bahan bakar karena dapat menghindari bagian atmosfer yang lebih padat. Venislavskyi menambahkan bahwa Ukraina berencana untuk segera membangun jaringan awal sekitar tujuh hingga sepuluh satelit untuk keperluan pengawasan dan komunikasi.
Strategi Melawan Rudal Hipersonik Rusia
“Kami telah menciptakan sistem udara yang dapat menjadi bandara udara dalam waktu dekat. Ini dapat digunakan untuk tujuan damai maupun untuk melawan ‘Oreshnik’. Artinya, meluncurkan rudal bukan dari tanah, tetapi dari udara,” jelas Venislavskyi.
‘Oreshnik’ adalah rudal balistik hipersonik eksperimental Rusia yang bergerak di atmosfer atas, membuat trajektorinya sulit terdeteksi atau dihadang. Rudal ini diyakini menggunakan muatan Multiple Independently Targetable Re-entry Vehicle (MIRV), yang berarti dapat membagi dirinya menjadi beberapa target untuk sistem pertahanan udara saat kembali memasuki atmosfer Bumi.
Rusia mengklaim bahwa Oreshnik adalah “tak terhentikan,” dan pertama kali digunakan melawan Ukraina pada November 2024, meskipun serangan tersebut dilaporkan menggunakan bahan peledak tiruan. Langkah ini semakin menekan Barat dan Ukraina untuk mengembangkan cara melawan rudal semacam itu. Berita terkait menunjukkan bahwa China juga memiliki persenjataan rudal dengan teknologi hipersonik yang serupa atau bahkan lebih canggih.
Dampak terhadap Pertahanan Udara Global
Jika peluncuran berbasis udara ini terbukti efektif, ini dapat menjadi solusi untuk peluncuran sistem pertahanan udara atau sistem deteksi dengan cepat dan biaya yang lebih rendah. Amerika Serikat telah mengembangkan prototipe interceptor berbasis luar angkasa yang, dalam teori, dapat mendeteksi dan menembak jatuh rudal hipersonik di atmosfer atas.
Kesimpulan
Peluncuran roket oleh Ukraina menunjukkan inovasi dalam strategi pertahanan yang dapat mengubah dinamika konflik. Langkah ini juga menandakan pentingnya pengembangan teknologi pertahanan untuk menghadapi ancaman baru dari negara-negara seperti Rusia dan China. Dengan semakin berkembangnya teknologi, Ukraina menunjukkan bahwa mereka berkomitmen untuk melindungi kedaulatan mereka dengan cara yang kreatif dan efektif.