Jim Farley, CEO Ford, mengungkapkan keprihatinan mendalam terkait masuknya produsen mobil Cina ke pasar Amerika Serikat. Dalam sebuah wawancara dengan acara ‘Fox & Friends’ yang dirilis pada hari Senin, Farley menegaskan kekuatan industri otomotif Cina, dengan kapasitas yang cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan manufaktur dan penjualan kendaraan di AS.
Farley menyatakan, “Kita tidak boleh membiarkan mereka masuk ke negara kita karena dampak ekonominya. Manufaktur adalah jantung dan jiwa negara kita, dan kehilangan itu terhadap ekspor dari mereka akan sangat menghancurkan bagi negara kita.” Hal ini menunjukkan betapa pentingnya sektor otomotif bagi ekonomi AS, yang selama ini menjadi simbol kekuatan industri.
Dampak Masuknya Mobil Cina
Farley juga menyoroti risiko keamanan siber dan privasi yang ditimbulkan oleh kendaraan asal Cina. “Setiap kendaraan dilengkapi dengan 10 kamera, mereka dapat mengumpulkan banyak data,” tambahnya. Menurutnya, situasi ini menunjukkan bahwa persaingan tidak berjalan adil. Dalam beberapa tahun terakhir, Farley telah beberapa kali membahas tentang kompetitor Cina, menekankan bahwa mereka memiliki keunggulan yang signifikan dalam hal produk.
Produsen mobil Cina seperti BYD, Geely, dan Nio telah mulai merambah pasar internasional seperti Eropa, Amerika Selatan, dan Kanada, menunjukkan bahwa mereka semakin kuat dalam kompetisi global. Farley bahkan menyebutkan dalam sebuah podcast bahwa ia telah mengendarai kendaraan listrik Xiaomi SU7 selama enam bulan terakhir dan tidak ingin melepaskannya.
Perbandingan dengan Industri Mobil Barat
Pada bulan Juni lalu, Farley menyatakan bahwa melihat perkembangan industri kendaraan listrik Cina adalah “hal yang paling merendahkan” yang pernah ia saksikan. Ia menilai bahwa kendaraan listrik buatan Cina jauh lebih unggul dibandingkan yang ada di Barat. Ia kembali menegaskan hal ini pada bulan September, menyatakan bahwa para pemain Cina tidak menghadapi “kompetisi nyata dari Tesla, GM, atau Ford” karena kekuatan produk mereka.
Di sisi lain, Ford baru saja meluncurkan mesin mobil yang mereka pasok untuk tim F1 Red Bull. Setelah peluncuran tersebut, Farley mengatakan kepada Bloomberg bahwa merancang mesin F1 memberinya banyak pelajaran tentang cara meningkatkan perangkat lunak di mobilnya — sebuah langkah penting untuk mengalahkan produsen mobil Cina.
Regulasi dan Tarif yang Menghalangi Mobil Cina
Saat ini, kendaraan listrik Cina tidak diperbolehkan memasuki pasar AS, terutama karena tarif 100% yang diberlakukan di era Biden. Selama perang dagang AS-Cina tahun lalu, tarif tersebut bahkan naik menjadi hampir 250%. Kebijakan ini menciptakan hambatan yang signifikan bagi produsen mobil Cina untuk bersaing di pasar Amerika, namun juga menjadi tantangan bagi produsen lokal yang harus terus berinovasi untuk mempertahankan pangsa pasar mereka.
Kesimpulan
Masuknya mobil Cina ke pasar otomotif AS berpotensi membawa dampak besar bagi industri di sana. CEO Ford, Jim Farley, menekankan perlunya melindungi sektor manufaktur yang menjadi tulang punggung ekonomi AS. Dengan kekuatan yang dimiliki produsen mobil Cina, tantangan ini akan semakin berat, baik bagi Ford maupun pelaku industri otomotif lainnya. Berkaca dari situasi ini, akan menarik untuk melihat bagaimana strategi yang diambil oleh produsen mobil lokal dalam menghadapi ancaman dari luar.