3 Tips Berpakaian Profesional yang Stylish di Tempat Kerja

Liz Weselby, seorang eksekutif komunikasi berusia 53 tahun asal Sydney, berbagi pengalaman dan tips berpakaian profesional setelah memimpin tim di lima kota besar di seluruh dunia, termasuk London, Bangkok, Singapura, Hong Kong, dan Sydney. Dalam pengalamannya, dia mengungkapkan betapa pentingnya menyesuaikan gaya berpakaian dengan budaya setempat.

1. Riset Nuansa Budaya di Negara Tersebut

Ketika berpindah ke negara baru, penting untuk memahami norma berpakaian yang berlaku. Liz mengingat bagaimana pada awal tahun 2000-an, di Bangkok, mengenakan atasan dengan tali spaghetti yang populer di London saat itu dianggap tidak pantas. “Saya sangat berhati-hati untuk tidak menunjukkan bahu dan lengan atas saya,” katanya.

Di Thailand, warna hitam juga dihindari karena diasosiasikan dengan kematian dan nasib buruk. Meskipun ada rekan kerja Thailand yang menyukainya, sebagai orang asing, Liz merasa perlu untuk menjaga citra yang baik dan tidak menyinggung siapapun. “Selalu lebih baik untuk berhati-hati,” tambahnya.

Bagi para profesional yang bekerja di negara mayoritas Muslim seperti Indonesia atau Malaysia, memahami kode berpakaian sangat penting agar tidak menarik perhatian negatif. Di era digital saat ini, mencari informasi tentang norma berpakaian lokal jauh lebih mudah dibandingkan dengan tahun 2003 saat Liz pindah.

2. Perhatikan Iklim

Selain budaya, iklim juga berperan penting dalam menentukan apa yang harus dikenakan. Liz mengungkapkan bahwa di musim hujan Bangkok, kondisi jalan sering kali banjir, sehingga dia selalu membawa sandal cadangan dan memilih untuk tidak mengenakan celana panjang atau jeans.

Di kota-kota tropis seperti Singapura, dia lebih memilih gaun ringan dan bernapas yang mudah dipadupadankan. “Sangat panas di luar, tetapi di dalam ruangan, AC bisa sangat dingin,” ujarnya. Dia juga menekankan pentingnya membawa jaket atau selendang untuk mengatasi perbedaan suhu tersebut.

Namun, Liz berpendapat bahwa cuaca panas bukanlah alasan untuk berpakaian tidak pantas. Dia pernah mengalami situasi sulit ketika salah satu anggota timnya mengenakan celana pendek dan kaus tanpa lengan ke kantor. “Saya harus berbicara dengan dia tentang menghormati rekan kerja,” kenangnya.

3. Jangan Takut untuk Bereksperimen dengan Pakaian yang Mencolok dan Membeli dari Desainer Lokal

Liz mencintai fashion dan percaya bahwa berpakaian adalah bentuk ekspresi diri. “Cara Anda berpakaian bisa menjadi pembuka percakapan yang hebat,” katanya. Dia menjelaskan bahwa jika bertemu seseorang yang baru dan mereka mengenakan pakaian menarik, itu bisa menjadi cara terbaik untuk memulai pembicaraan.

“Sepatu yang luar biasa,” “Saya suka gaun itu,” atau “Kita mengenakan pakaian yang sama” adalah beberapa contoh cara untuk mencairkan suasana. Liz selalu berani mengenakan pakaian yang mencolok dan unik.

Dia juga mendorong untuk mencari desainer lokal. Di Bangkok, meskipun banyak kolega yang mengenakan pakaian mewah, Liz menemukan bahwa ada banyak desainer lokal yang menawarkan pilihan modis tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam. “Saya bisa tetap bergaya tanpa menghabiskan banyak uang,” ujarnya.

Kesimpulan

Berpakaian profesional di tempat kerja bukan hanya sekadar tentang mengikuti aturan, tetapi juga tentang mengekspresikan diri dan menghormati budaya setempat. Dengan melakukan riset, memperhatikan iklim, dan berani bereksperimen dengan gaya, Anda dapat tampil menawan sekaligus nyaman di lingkungan kerja baru. Jadi, pastikan untuk menerapkan tips ini agar dapat berpakaian dengan percaya diri di tempat kerja, di mana pun lokasi Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*