Eksodus Pekerja Teknologi dari Israel: Alasan di Balik Perpindahan

Di tengah situasi konflik yang terus berlangsung, banyak pekerja teknologi yang memilih meninggalkan Israel. Elizabeth Schwartz Cohen, seorang pekerja teknologi asal Amerika berusia 34 tahun, mengakui bahwa dia telah kehilangan hitungan berapa kali dia merasa terjebak dalam kecemasan di apartemennya di Tel Aviv setelah insiden 7 Oktober 2023. Kini, dia berada hampir 6.000 mil dari Israel, menunggu kelahiran anaknya di Hoboken, New Jersey.

Schwartz Cohen mengungkapkan bahwa daya tarik awalnya untuk pindah ke Israel adalah “rasa komunitas yang kuat dan energi positif dari penduduknya.” Namun, enam tahun setelah menetap, dia menjadi salah satu dari ribuan pekerja teknologi yang meninggalkan negara tersebut, dalam apa yang dia sebut sebagai “eksodus massal.”

Alasan Pindah yang Beragam

Tiga pekerja teknologi yang telah meninggalkan atau mempertimbangkan untuk meninggalkan Israel mengungkapkan kepada Business Insider bahwa konflik yang berlangsung bukanlah satu-satunya alasan di balik keputusan mereka. “Pindah karena prioritas yang berubah, ingin dekat dengan keluarga saat memasuki fase kehidupan baru, insentif keuangan, atau mungkin hanya karena perang dan keinginan untuk tidak membesarkan anak di tengah kebisingan sirene,” tutur Schwartz Cohen.

Biaya Hidup yang Tinggi

Israel dikenal sebagai “negara startup” dengan ribuan perusahaan rintisan dan kantor besar dari perusahaan teknologi seperti Intel, Microsoft, dan Nvidia. Namun, sejak 1990-an, meskipun industri teknologi Israel mengalami pertumbuhan pesat, jumlah pegawai teknologi turun sebesar 1,2% pada tahun 2024. Sekitar 8.300 pekerja teknologi meninggalkan Israel antara Oktober 2023 dan Juli 2024, yang mencakup 2,1% dari total pekerja teknologi yang ada.

Menurut Itai Ater, seorang profesor ekonomi di Universitas Tel Aviv, selain konflik, faktor politik dan biaya hidup yang tinggi juga berkontribusi pada perpindahan ini. Data menunjukkan bahwa gaji rata-rata di Tel Aviv sebesar $54.000 lebih rendah dibandingkan dengan di New York City. Dalam peringkat biaya hidup yang dirilis Mercer, Tel Aviv menempati urutan ke-16 sebagai kota termahal bagi profesional internasional, hanya kalah dari Dubai di kawasan Timur Tengah.

Schwartz Cohen menambahkan, “Selama dua tahun pertama saya bekerja, saya senang menerima gaji yang lebih rendah dibandingkan dengan New York City, hanya karena saya sangat senang tinggal di Israel. Namun, ketika saya menikah dan kemudian hamil, prioritas saya berubah. Perusahaan teknologi menawarkan gaji yang setara dengan gaji di Amerika Tengah, tetapi dengan biaya hidup di New York City.”

Dampak Terhadap Ekonomi Israel

Reuven Rivlin, mantan presiden Israel, menekankan bahwa meskipun Israel dikenal sebagai “negara startup,” masalah hilangnya talenta harus segera ditangani. Dalam sebuah studi yang belum dipublikasikan, para peneliti memperingatkan bahwa ekonomi Israel sangat rentan terhadap kehilangan talenta. “Tidak seperti negara-negara dengan sumber daya alam yang melimpah, ekonomi Israel sangat bergantung pada sumber daya manusia berkualitas tinggi, terutama di sektor teknologi tinggi dan industri berbasis pengetahuan lainnya,” tulis mereka.

Ketidakpuasan Sebelum Perang

Bagi beberapa pekerja, ketidakpuasan terhadap kondisi di Israel sudah muncul sebelum konflik terbaru. Erez Schneider, seorang mantan pekerja teknologi yang kini tinggal di Swiss, menggambarkan bagaimana ketidakpuasan ini menjadi pendorong keputusannya untuk mencari kehidupan yang lebih baik di luar negeri.

Kesimpulan

Eksodus pekerja teknologi dari Israel mencerminkan masalah yang lebih dalam terkait dengan biaya hidup yang tinggi, konflik yang berkepanjangan, dan perubahan prioritas hidup. Hal ini tidak hanya berdampak pada sektor teknologi, tetapi juga pada ekonomi Israel secara keseluruhan. Dengan meningkatnya jumlah pekerja yang memilih untuk pergi, Israel perlu mempertimbangkan langkah-langkah untuk mempertahankan talenta berharga yang menjadi tulang punggung inovasinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*