United Airlines mengumumkan bahwa mereka akan melakukan pemangkasan penerbangan secara strategis sebagai respons terhadap lonjakan harga bahan bakar yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah. CEO United Airlines, Scott Kirby, menyatakan bahwa perusahaan akan memangkas sekitar 5% dari semua penerbangan yang dijadwalkan serta 3% dari penerbangan di luar jam sibuk pada kuartal kedua dan ketiga tahun 2026.
Rincian Pemangkasan Penerbangan
Dalam pengumumannya, Kirby menjelaskan bahwa penerbangan malam dan penerbangan pada hari-hari dengan lalu lintas rendah adalah yang pertama akan dihapus. Meskipun demikian, United Airlines berharap dapat mengembalikan jadwal penuh mereka pada musim gugur mendatang. Hal ini dilakukan untuk mengatasi margin keuntungan yang semakin menipis akibat biaya bahan bakar yang melonjak.
“Jika harga tetap pada tingkat ini, itu berarti tambahan biaya $11 miliar setiap tahun hanya untuk bahan bakar jet,” ungkap Kirby dalam pesan yang diposting di situs web perusahaan. “Sebagai perbandingan, pada tahun terbaik United, kami tidak menghasilkan lebih dari $5 miliar.”
Proyeksi Harga Minyak dan Dampaknya
Kirby juga menambahkan bahwa rencana perusahaan berasumsi bahwa harga minyak akan mencapai $175 per barel dan tidak kembali ke $100 per barel sebelum akhir tahun 2027. “Ada bagian dari diri saya yang merasa United sedang bermain ofensif saat ini dengan potensi imbalan besar di akhir,” ujarnya.
Langkah pemangkasan terbaru ini mengingatkan pada pengurangan penerbangan yang terjadi selama penutupan pemerintah tahun 2025, yang menjadi yang terpanjang dalam sejarah AS. Setelah ada perintah dari Federal Aviation Administration (FAA) untuk mengurangi penerbangan sebanyak 10% di 40 bandara besar guna mengatasi kekurangan pengatur lalu lintas udara, United Airlines mulai memangkas penerbangan pada hari Selasa, Rabu, dan Sabtu.
Dampak bagi Penumpang dan Karyawan
Meski ada pemangkasan penerbangan, Kirby menegaskan bahwa perusahaan tetap berada di jalur untuk menerima 120 pesawat baru tahun ini dan memperluas infrastruktur di Bandara Internasional Newark Liberty. Menariknya, dia juga menegaskan bahwa perusahaan tidak akan memberhentikan karyawan meskipun ada pengurangan penerbangan.
FAA tidak segera memberikan tanggapan terhadap permintaan komentar terkait pengumuman ini.
Kesimpulan
Langkah United Airlines ini menunjukkan dampak langsung dari konflik internasional terhadap industri penerbangan. Bagi penumpang di Indonesia, pemangkasan penerbangan ini dapat mempengaruhi rute internasional yang menghubungkan Indonesia dengan Amerika Serikat. Dengan harga bahan bakar yang terus berfluktuasi, penumpang perlu memantau perkembangan ini dan bersiap untuk kemungkinan perubahan jadwal penerbangan di masa mendatang.